Assalamuallaikum
semua, salam sejahtera untuk kita semua, kali ini saya akan mereview acara yang
saya ikuti pada hari Kamis, 10 Desember 2020. Acara itu merupakan sebuah
seminar internasional yang diadakan oleh Universitas Slamet Riyadi. Acara
ini diisi oleh pembicara yang sudah pasti hebat. Di antaranya H. E. Y.
Kristiarto S. Legowo (Ambassador of Republic of Indonesia to Commonwealth of
Australia), Prof. Ts. Dr. Burharuddin (Universiti Teknikal Malaysia Melaka),
Prof. Takuya Sugahatra, Ph.D (Ehime University, Japan), Assoc. Prof. Dr.
Chin Min Lin (National Taichung Institute of Technology, Taiwan), dalam
penyampaian narasumber Prof. Ts. Dr. Burhanuddin dari Universiti Teknikal
Malaysia Melaka, dalam penangaanan Covid-19 malaysia telah melakukan usaha
untuk menekan dan tetap mensejahterakan masyarakat malaysia dengan cara
memberikan uang ke masyarakat agar masyarakat tetap bisa hidup karena pandemi
ini telah mengubah gaya hidup umat manusia dari gaya hidup, perilaku, dan
kebiasaan. Jepang sendiri berusaha mengatasi pandemi dengan rempah, rempah apa
yang dimaksud rempah yang bisa dikonsumsi agar daya tahan tubuh meningkat, maka
dari itu salah satu universitas di jepang bekerja sama dengan universitas lain
diluar negaranya agar mendapat rempah untuk di teliti khasiatnya, lalu taiwan
dalam mengatasi pendidikan dengan cara pembelajaran tatap muka karena taiwan
mampu mengendalikan pandemi Covid-19, karena itu taiwan bisa lolos dari pandemi
tanpa lockdown dan akan saya bahas lebih rinci
Pemateri Pertama
Pandemi Covid-19 sangat mempengaruhi struktur kehidupan
didunia yaitu:
- Cara kita bersosial
- Cara kita berdagang
- Bahakan saat kita berdemokrasi
Kunci kelangsungan bernegara adalah : Keamanan, Politik,
Kesejahteraan Masyarakat
Ancaman yang harus diwaspadai ialah :
1. Buzzer
2. Cyber Crime
3. Penyelundupan
Hal yang harus dilindungi:
1. Kedaulatan NKRI
2. Keamanan NKRI
3. Kestabilan Ekonomi
4. Peran Internasional
Pemateri kedua ialah Prof. Ts. Dr.
Burharuddin (Universiti Teknikal Malaysia Melaka)
Covid-19
telah terdeteksi di Wuhan, China pada bulan Desember 2019, Virus ini menyerah
paru paru dan membuat yang terinfeksi sesak napas dan demam tinggi, penularan
bisa dari kontak fisik dan udara maka dari itu dianjurkan menjaga jarak dan
mencuci tangan menggunakan masker
Virus
ini berdampak sangat buruk pada manusia, karena gejalanya pun menyakitkan, dari
batuk batuk, bertahap menjadi sesak nafas, lalu bisa mengakibatkan kematian,
dan penularannya yang begitu mudah
Covid-19
tidak hanya menyerang manusia namun tatanan negara, seperti ekonomi yang sangat
terpukul karena wabah covid, perekonomian benar benar terpuruk karena PSBB,
berjualan dilarang, bertemu dilarang, maka pasar mengalami, kenikan permintaan
dan turunnya penerimaan
Untuk
memperbaiki ekonomi, terjadilah revolusi bisnis dimana aktifitas dagang masih
berlangsung namun tidak harus dengan interaksi langsung, dengan begitu resiko
tertular mengecil dan ekonomi berlangsung lancar
Strategi bisnis dalam menghadapi pandemi
Covid-19
1.
Meninjau strategi bisni
dalam menghadapi krisis dan membuat sebuah rencana yang berkesinambungan dengan
tepat waktu
2.
Mengevaluasi manajemen
rantai pasokan
3.
Menggunakan analisa
skenario
4.
Tidak melupakan resiko
lainnya
5.
Komunikasikan dengan
benar
Pemateri ketiga yaitu Prof. Takuya Sugahara,
Ph.D
Prof. Takuya Sugahara menjelaskan pentingnya
pencegaahan virus menggunakan rempah rempah tradisional, khasiat yang menjaga
tubuh sangat dibutuhkan agar immune tetap terbangun, bahkan Prof Suga ke Indonesia
untuk meneliti rempah rempah yang ada di indonesia dan diolah menjadi minuman
atau jamu, namun itu tidak cukup untuk menyembuhkan karena jamu hanya berfungsi
untuk mencegah bukan mengobati
Pemateri keempat yaitu Assoc. Prof Chin Min Lin
Kementrian Pendidikan Taiwan sangat terbuka dengan
datangnya pemagang dari luar negeri
1.
Program pertukaran pelajar
a.
Mengirim siswa yang
berprestasi untuk belajar di luar negeri
b.
Sekolah di rekomendasikan untuk mengatur lembaga magang mereka
sendiri dan merencanakan kerjasama untuk magang
Dengan begitu siswa dapat mengenal budaya, gaya hidup, pemikiran
di luar negeranya
Assessing Relevance and Responsiveness of Education in Global Age
disampaikan oleh Dr. Shielilo Amiham (University of Perpetual Help,
Philippines)
Tujuan
Pembangunan terus menerus
1.
Kemiskinan teratasi
2.
Kesejahteraan
3.
Kesehatan masyarakat terjaga
4.
Pendidikan yang berkualitas
Masyarakat
mudah terhadap pandemi (ketahanan dalam bidang pendidikan)
1.
Education, siswa, orangtua
2.
Crime, angka terus meningkat sekalipun ada tindakan pembatasan sosial
3.
Mental health, lonjakan kasus kesehatan mental
4.
Technology and communication, perhatian etis dan miskomunikasi
5.
Social media, getaran negatif dan kehidupan sosial
Pendidikan adalah kunci dari kelangsungan ekonomi di masa depan
Pendidikan
adalah proses dimana seseorang memperoleh ilmu pengetahuan, keterampilan,
kebiasaan, nilai atau sikap dan moral.
Keterampilan
yang harus di miliki:
1.
Berpikir kritis dan maju kedepan
2.
Kreatif
3.
Berkomunikasi
4.
Bekerja sama
0 Komentar